Tampilkan postingan dengan label SAP PP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAP PP. Tampilkan semua postingan

Flow Process Plan Order dalam SAP




Planned Order
Planned Order adalah proses order dari MRP Run. Pada proses Planned Order bisa menghasilkan Production Order ataupun Purchase Requesition yang ada. Untuk pembuatan Planned Order dapat melalui tcode MD11


Production Order
Production Order adalah surat perintah kerja untuk memproduksi barang atau material. Production Order dibuat sebagai proses pembuatan produk setelah Planned Order telah dibuat dan ingin di realisasi. Tcode yang digunakan adalah CO01. Dalam pembuatan Production Order maka harus diisi material ID nya yang ingin di produksi dan order type nya.
                                                                                  
Release Production Order
Untuk melakukan Release Production Order bias menggunakan tcode CO05. Untuk melakukan release tinggal mengklik symbol release dari nomor Production Order yang telah ada.

Print Kartu Kerja
Kartu kerja (Production Order) harus di print dikarenakan sebagai panduan produksi untuk karyawan yang akan melakukan mixing/pengadukan raw material menjadi quantity finish goods nya. Tcode yang di gunakan adalah ZFP01 dengan  validasi harus di release terlebih dahulu baru bias dilakukan print.

Print Barcode Production
Print Barcode Production berfungsi melakukan print barcode produksi dan juga sekaligus untuk melakukan generate production order pallet. Tcode yang di gunakan adalah ZFP10

Reservasi
Fungsi dari Material Reservasi adalah meminta raw material ataupun barang semi finished goods ke gudang produksi untuk kegiatan produksi yang ada. Tcode yang dipakai adalah MB21dan Movement type yang dipakai untuk barang reservasi adalah 311 (transfer posting storage location). Sebelum melakukan material reservasi terlebih dahulu harus sudah dilakukan print kertas kerja untuk memudahkan penarikan atau pengambilan jumlah raw material ataupun semi finished goods dari gudang-gudang nya secara masal.

Konfirmasi
Konfirmasi dapat dilakukan dengan menggunakan tcode CO11N. Konfirmasi ini berfungsi untuk melakukan perhitungan pemakaian bahan baku atas produksi yang telah dihasilkan.

Transfer Stock
Transfer Stock adalah proses transfer barang/material dari gudang produksi ke gudang barang jadi (finished goods)

Goods Receipt
Proses akhir yang dilakukan setelah konfirmasi adalah Goods receipt. Penerimaan barang dapat dilakukan dengan tcode MB31 dan tcode MB1B. tcode MB31 digunakan untuk transfer barang / produk jadi dari produksi ke gudang produksi sedangkan MB1B digunakan untuk transfer barang dari gudang produksi ke gudang warehouse.


Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D

Saiks~ChunHope

MRP RUN

MRP Run digunakan  untuk menjami ketersedian (available) barang atau material. Dengan menggunakan MRP Run maka barang dapat ditentukan apakah barang tersebut diproduksi (Production Order) ataupun di beli (Purchase Requirisition) dalam jumlah yang tepat dan waktu yang tepat. Secara general proses MRP Run dapat ditujukan dengan gambar seperti berikut :


MRP Run akan dijalankan ketika mempunyai Demand atau Forecast dari bagian Supply Chain Management. Di dalam proses MRP Run ini, angka kebutuhan PIR akan dibandingkan dengan available digudang stock. Jika kurang akan hasil Planned Order ataupun Purchase Requisition sesuai dengan kekurangan stok tersebut. Jika dimantain BOM (Bill of Material) maka secara otomatis MRP Run akan mengecek ketersedianaan material-material penyusun sebuah produk tersebut dan jikalau kurang maka akan menggenarate sendiri Planned Order untuk kebutuhan produk tersebut dan menambah stok pada BOM anak-anak nya.
                                    
MRP Run dapat dijalankan dengan tcode MD01, MD02 (single-item, multi level), MD03 (single-item, single level)

Perbedaan antara Tcode MRP Run MD01, MD02, MD03 adalah
  •       MD01 à Menjalankan semua material yang termasuk MRP yang berfokus atau berhubungan dengan MRP Controller
  •             MD02 à Menjalankan material yang diinputkan beserta BOM (Bill of material) dan anak-anak nya
  •            MD03 à Menjalankan material yang diinput saja tanpa mengikutsertakan BOM

Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D 
Saiks~ChunHope

Master Data SAP PP (Production Planning)

Untuk mempelajari master data production planning perlu diketahui 4 proses pendukung yang utama yaitu :
  • BOM (Bill of Material)
  • Routing / Rate Routing
  • Work Centre
  • Production Version

Berikut  penjelasan detail nya

            1.   BOM (Bill of Material)
      BOM atau Bill of Material adalah komponen penyusun suatu produk atau assembling. Dalam
SAP tcode yang digunakan untuk proses BOM adalah
  • CS01 : Digunakan untuk Create BOM
  • CS02 : Digunakan untuk Change BOM
  • CS03 : Digunakan untuk Display BOM
      Cara membuat BOM (Bill of Material)
  • Ketik tcode CS01 di dalam command field
  • Tekan Enter
  • Masukan material number
  • Masukan plant code dan Bom usage (Jika BOM untuk material yang di inputkan sudah tersedia, maka system akan menampilkan pesan “ a second alternative BOM is being created”
  • Masukan item category
  • Masukan komponen dalam component field
  • Ubah quantity dan unit (Pilih item dan klik dua kali untuk mengganti quantity item tersebut)
  • Tekan tombol SAVE
 2.   Routing / Rate Routing
                  Routing atau Rate Routing adalah urutan kerja suatu produksi yang didalam nya terdapat macam work centre yang ada. Perbedaan Routing dengan Rate Routing adalah Routing digunakan di     descrete manufacturing dan Rate Routing digunakan dalam repetitive manufacturing.

Di dalam routing kita bias melihat apa saja yang mesti di lihat yaitu apakah material yang ada? Bagaimana suatu produk itu diproduksi? Dengan mesin yang mana material itu diproduksi? Berapa quantity produksi untuk material tersebut?

Dalam SAP tcode yang digunakan adalah:
  •           CA01 : Digunakan untuk Create Routing
  •        CA02 : Digunakan untuk Change Routing
  •        CA03 : Digunakan untuk Display Routing

1 Material ID bias dibuat dengan lebih dari alur kerja produksi. Di SAP pembeda antara 1 alur dengan alur yang lain ada di field Grc (Group Counter)

Di dalam routing kita bias mengisi Control Key yang ada jika kita mengklik ganda work center nya. Control key yang biasa digunakan adalah :
  • PP01 à Untuk internal procurement (Produksi di dalam)
  • PP03 à Untuk repetitive manufacturing
  • PP04 à Untuk material yang ada QC (Quality Control) = biasanya ada di laboratorium
  • QM01 à Untuk work center jenis QM


3.      Work Centre
      Work centre merupakan mesin. Group mesin, line produksi dimana sebuah aktifitas produksi 
dilakukan. Work centre biasa berada di dalam routing karena dia termasuk serangkaian proses/flow 
dalam memproduksi suatu produk.

Dalam  SAP tcode yang digunakan adalah:
  •           CR01 : Diguanakan untuk Create Work Centre
  •        CR02 : Digunakan untuk Change Work Centre
  •        CR03 : Digunakan untuk Display Work Centre

Workcentre sendiri mempunyai design hierarchynya sendiri. Ini berpengaruh terhadap Required Splitting pada work centre tersebut.


Untuk mendesain work centre hierarchy dapat menggunakan tcode CR21 (Create), CR22 (Change), CR23 (Display)



Dari Gambar tersebut dapat di lihat bahwa WorkCenter CRM21021 mempunyai 3 anak turunan yaitu 
DJ200-01, BC200-06, BC200-05. Maka dapat di simpulkan bahwa WorkCenter CRM21021 
mempunyai 3 Splitting Produksi.


      4.      Production Version
      Digunakan untuk menentukan alur produksi dengan memakai alternative routing yang mana. Production version juga merupakan gabungan dari BOM dan Routing yang ada. Penomoran Production Version berdasarkan campuran nomor Routing dan nomor alternative BOM,

Misal nomor yang digunakan 0101
01 : Nomor routing / rate routing
01 : Nomor alternative BOM

Dalam SAP tcode yang di gunakan adalah C223
  
Contoh Production Version
Product
Work center
Alternative Routing
Ember 5 kg
PLS02001
01
PLS02002
02
PLS02003
03
PLS02004
04
PLS02030
05
PLS02031
06
Product
Material BOM
Alternative BOM
Ember 5 kg
PP Yungsox 3080
01
PP Moplen EP 400 M
02

            

Dari Contoh table di atas dapat di perkirakan bahwa untuk membuat produk Ember 5KG bisa 
menggunakan 12 Production Version dengan tipe BOM dan Alternatif Routing yang berbeda-beda.


Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D

Saiks~ChunHope



Business Process SAP PP (Production Planning)

Untuk mengetahui Business Process Production Planning pada SAP, maka kita terlebih dahulu harus mendifinisikan apa itu Discrete dan Repetitive. Di karenakan Bussiness Process Production Plannning ada 2 macam yaitu

1.      Business Process Production Planning Discrete Manufacturing
2.      Business Process Production Planning Repetitive Manufacturing

Untuk perbedaan Discrete dan Repetitive dapat dilihat dari table berikut ini :

Discrete Manufacturing
Repetitive Manufacturing
·      Business Flow di akhiri dengan pembuatan Produstion Order
·      Business Flow di akhiri dengan pembuatan Planned Order
·      Konfirmasi dan Good Receipt dilakukan setelah action : material reservasi dari Gudang Material
·      Konfirmasi dan Good Receipt dilakukan bersama-sama pada saat Planned Order di eksekusi
·      Produksi dilakukan berdasarkan Order
·      Produksi dilakukan berdasarkan waktu dan tanggal tertentu
·      Produk yang di produksi bervariatif tergantung Production Order
·      Produk yang diproduksi biasanya sama karena bergantung long term planning

Untuk Business Process production Planning Discrete manufacturing sebagai berikut


         

            Untuk Business Process Production Planning Repetitive Manufacturing


Adapun Business Process Production Planning secara master data di SAP adalah sebagai berikut




Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D
Saiks~ChunHope


 
FasaPay Online Payment System

Text