Flow Process Production Order di SAP

Production Orders adalah Perintah yang dikeluarkan dalam suatu perusahaan untuk menghasilkan jumlah material / barang dalam jangka waktu tertentu. Production Order dapat dikeluarkan sesuai dengan order penjualan atau jika komponen dalam Bill of material kekurangan stock.

Dengan adanya production order dapat memberikan informasi seperti material apa yang akan diproses? dimana lokasinya? kapan waktu pengerjaannya dan berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan.

Untuk lebih jelasnya berikut flow process production order di SAP :

Proses
Tcode
Notes
PIC
Create Production Order
CO01
Input Requirement Material, Production Plant, Order Type
Masukkan Quantity Produksi, Start Date Produksi
Pilih Production Version
Setelah itu di save
Adm Prod
Release Production Order
CO02/
CO05N
Masukkan Production Order number
Klik Release dengan gambar "Bendera Hijau" disebelah kiri atas
Release Production Order massal.
Adm Prod
Inspection Lot
QA33
Masukan Requirements berupa tanggal inspection datenya, plant ataupun materialnya.
Kegunaan :
Untuk mendapatkan inspection lot number dari pembuatan inbound delivery
QC
Result Recording
QE51N
Kegunaan :
Untuk meMasukan Hasil QC sebagai usage decision
Steps :
Masukan nomor inspection lot yang telah diketahui menggunakan tcode QA33, setelah itu klik tombol execute
Masukan hasil QC kemudian di save.
QC
Usage Decision
QA11
Masukan Requirements berupa tanggal inspection datenya, plant ataupun materialnya.
Pilh Inspection Lot yang ingin di Usage Decision
klik "UD(Background)"
QC




Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D
Saiks~ChunHope

Flow Process Material Incoming di SAP

Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelum nya tentang Business Process SAP QM. Material Incoming atau Incoming Inspection adalah Material atau barang yang tidak bisa diidentifikasi kualitas produknya secara langsung (contohnya drum)

Dalam postingan kali ini saya akan sharing bagaimana flow process material Incoming dari awal proses pembuatan PO (Purchase Order) sampai dilakukan proses Usage Decision sehingga material dapat masuk ke gudang untuk dibongkar.

Untuk lebih jelas nya dapat dilihat dari table berikut ini :

Proses
Tcode
Notes
PIC
Create Purchase Order
ME21N
Masukan Vendor dan Organization Data
Masukan Material
Klik tombol "Save"
Purchasing Dept
Release Purchase Order
ME29N
Masukan Purchase Number yang mau di release
Klik tombol "Display / Change"
Klik tombol "Release"
Setelah itu di save
Purchasing Dept
Create Inbound Delivery
VL31N
Masukan :
External ID = 1
Means of Trans = SMU2 dan nomor mobil
Masukan number 1 di admin ext section
Save
Warehouse Timbangan
Post Good Receipt
VL32N
Masukan Nomor Inbound Delivery
Klik tombol "Check Document"
Klik save tombol "Post Goods Receipts"
Save
Warehouse
Inspection Lot
QA33
Masukan Requirements berupa tanggal inspection datenya, plant ataupun materialnya.
Kegunaan :
Untuk mendapatkan inspection lot number dari pembuatan inbound delivery
QC
Result Recording
QE51N
Kegunaan :
Untuk meMasukan Hasil QC sebagai usage decision
Steps :
Masukan nomor inspection lot yang telah diketahui menggunakan tcode QA33, setelah itu klik tombol execute
Masukan hasil QC kemudian di save.
QC
Usage Decision
QA11
Masukan Requirements berupa tanggal inspection datenya, plant ataupun materialnya.
Pilh Inspection Lot yang ingin di Usage Decision
klik "UD(Background)"
QC


Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D
Saiks~ChunHope

Flow Process Material Source di SAP

Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelum nya tentang Business Process SAP QM Material Source atau Source Inspection adalah Material atau barang yang kelihatan secara fisik yang dapat dipastikan kualitas produknya secara langsung (contohnya kardus).

Dalam postingan kali ini saya akan sharing bagaimana flow process material source dari awal proses pembuatan PO (Purchase Order) sampai dilakukan proses Usage Decision sehingga material dapat masuk ke gudang untuk dibongkar.

Untuk lebih jelas nya dapat dilihat dari table berikut ini :

Proses
Tcode
Notes
PIC
Create Purchase Order
ME21N
Masukan Vendor dan Organization Data
Masukan Material
Klik tombol "Save"
NB : PO Generated by Manugistic
Purchasing Depart.
Release Purchase Order
ME29N
Masukan Purchase Number yang mau di release
Klik tombol "Display / Change"
Klik tombol "Release"
Setelah itu di save
Purchasing Depart.
Create Inbound Delivery
VL31N
Masukan :
External ID = 1
Means of Trans = SMU2 dan nomor mobil
Klik tombol "Pack"
Masukan HU (Handling Unit) di Material Packaging
Pilih atau klik material yang ingin di packaging
Klik tombol "Pack"
Save
Warehouse
Timbangan
Inspection Lot
QA33
Masukan Requirements berupa tanggal inspection datenya, plant ataupun materialnya.
Kegunaan :
Untuk mendapatkan inspection lot number dari pembuatan inbound delivery
QC
Result Recording
QE51N
Kegunaan :
Untuk meMasukan Hasil QC sebagai usage decision
Steps :
Masukan nomor inspection lot yang telah diketahui menggunakan tcode QA33, setelah itu klik tombol execute
Masukan hasil QC kemudian di save.
QC
Usage Decision
QA11
Masukan Requirements berupa tanggal inspection datenya, plant ataupun materialnya.
Pilh Inspection Lot yang ingin di Usage Decision
klik "UD(Background)"
QC


Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D
Saiks~ChunHope

Business Process SAP QM (Quality Management)

   Quality Management didalam material management berhubungan erat dengan proses procurement dan proses purchasing. Fungsi Quality Management adalah untuk memastikan kualitas produk yang di antar oleh pihak supplier agar dapat masuk ke storage perusahaan sesuai dengan standarisasi Quality Control.


Secara detail nya flow process nya sebagai berikut :

  • Pertama poses dimulai dari barang dating ke storage perusahaan
  • Ketika barang dating maka ada 2 hal yang dilakukan dan sekaligus yang membedakan 2 jenis proses Quality Management tersebut yaitu Source Inspection atau Incoming Inspection
  • Source Inspection adalah barang yang kelihatan secara fisik yang dapat dipastikan kualitas produknya secara langsung (contohnya kardus)
  • Incoming Inspection adalah barang yang tidak bias diindentifikasi kualitas produknya secara langsung (contohnya drum)
  • Untuk proses Source Inspection setelah dicek maka akan dilakukan inbound yang didalam nya dilakukan proses Inspection Lot atau dokumen pemeriksaan material atau produk masuk ke storage.
  • Setelah itu dilakukan Quality Control untuk membandingkan kualitas barang yang masuk atau inbound dengan standarisasi yang telah di tentukan oleh pihak Quality management.
  • Setelah itu dilakukan Goods Receipt untuk menambahkan stock pada unrestricted stock di SAP
  • Untuk Incoming Inspection proses dimulai saat barang masuk, barang masuk berupa drum yang produk nya susah di identifikasi karena bentuk nya (missal seperti liquid atau cairan) karana liquid atau cairan tidak bias di identifikasi kualitasnya tanpa proses laboratorium terlebih dahulu maka harus dilakukan Goods receipt terlebih dahulu agar dapat dilakukan pengecekan di lab.
  • Setelah di Goods Receipt maka akan dilakukan Quality Control di lab dan hasil nya akan di post Quality Issue.
  • Setelah itu baru barang akan menambah di Unrestricted Stock

    
Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D 
Saiks~ChunHope

Master Data SAP QM (Quality Management)

  • Master Inspection Characteristic
Master Inspection Characteristic adalah detil informasi mengenai parameter-parameter atau Aspek aspek apa yang akan di periksa. Inspection Characteristic akan di gunakan pada Inspection plan, baik secara reference atau meng-copy seluruh nilai dari Inspection Characteristic ke Inspection Plan. TCode yang dipakai adalah QS21.


Master Inspection Characteristic di isi nomor yang belum ada, dan juga diisi present indicatornya Baik berupa Indacator kearah Qualitatif atau Quantitatif. Untuk Short Textnya diisi sesuai Keterangan yang sesuai setelah itu di save.

  • Inspection Method
Inspection Method adalah prosedur untuk melakukan pemeriksaan terhadap karakteristik.Inspection Method merupakan master data yang akan di assign ke master data Inspection Characteristic atau Inspection Plan. Tcode yang dipakai adalah QS31.





Inspection Method di isi nomor inspeksi yang belum ada. Dan untuk short Textnya di kasih. Keterangan bahwa nomor inspeksi ini untuk apa. Setelah itu di save untuk men-create Characteristic yang ada. 

  • Sampling Procedure
Sampling Procedure digunakan sebagai dasar Sampling Scheme yang ada, di mana fungsi Sampling Procedure tersebut untuk melihat atau mengecek seberapa kali dan seberapa Banyak suatu produk di cek atau di control. Tcode untuk mengcreate Sampling Procedure Adalah QDV1



    Isi Sampling Procedure dengan nomor yang belum di create dan isi short Text yang ada. Untuk Sampling Typenya bisa di isi dengan Fixed Sample dan untuk Valuation Modenya Bisa di isi dengan attributive inspection nonconf. Units untuk barang yang qualitative Ceknya.

  • Inspection Plan

Inspection Plan adalah master data di QM yang menggambarkan secara detil proses inspeksi sebuah material yaitu banyaknya sampel yang akan diambil setiap kali pemeriksaan dan karakteristik-karakteristik pemeriksaan yang akan di lakukan terhadap material tersebut




Setelah di input material dan plannya, di enter saja untuk masuk ke pages selanjutnya. Klik header pada Inspection plan yang ada untuk masuk ke interdace seperti dibawah ini.



Input Usage nya dengan nomor 5 karena akan di Goods Receipts dan Statusnya 4 untuk Dilakukan release. Untuk Inspection plantnya karena berhubungan dengan kardus dan kardus Dan kardus adalah barang yang dicek secara Source maka dipilih ZS2 dan untuk Sample Drawing Procedurenya di pilih SP33. Sampling Drawing Procedur tidak sama dengan Sampling Procedur. Sampling Drawing Procedurnya digunakan untuk cara pengambilan sample yang ada. Untuk kardus pilih Sample Drawing Procedur dengan SP46. Setelah itu balik lagi ke task list untuk melihat work center Yang digunakan. Klik ganda pada  material idnya dan akan muncul Interface seperti berikut


Setelah dimasukkan Work Center yang ada maka select Workcenter yang ada dan klik Inspection Characteristic untuk memunculkan Interface seperti berikut.



Untuk Kolom pertama dari kiri adalah Master Inspection Characteristicnya yang ada. Bisa berupa Active Content* ataupun AHC, serta Color yang ada. Untuk Inspection Method juga dimasukkan di bagian kolom ke tiga dari kiri dan kolom terkahir itu adalah Sampling Procedure apa yang digunakan. Setelah itu di save.



Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D

Saiks~ChunHope

Flow Process Plan Order dalam SAP




Planned Order
Planned Order adalah proses order dari MRP Run. Pada proses Planned Order bisa menghasilkan Production Order ataupun Purchase Requesition yang ada. Untuk pembuatan Planned Order dapat melalui tcode MD11


Production Order
Production Order adalah surat perintah kerja untuk memproduksi barang atau material. Production Order dibuat sebagai proses pembuatan produk setelah Planned Order telah dibuat dan ingin di realisasi. Tcode yang digunakan adalah CO01. Dalam pembuatan Production Order maka harus diisi material ID nya yang ingin di produksi dan order type nya.
                                                                                  
Release Production Order
Untuk melakukan Release Production Order bias menggunakan tcode CO05. Untuk melakukan release tinggal mengklik symbol release dari nomor Production Order yang telah ada.

Print Kartu Kerja
Kartu kerja (Production Order) harus di print dikarenakan sebagai panduan produksi untuk karyawan yang akan melakukan mixing/pengadukan raw material menjadi quantity finish goods nya. Tcode yang di gunakan adalah ZFP01 dengan  validasi harus di release terlebih dahulu baru bias dilakukan print.

Print Barcode Production
Print Barcode Production berfungsi melakukan print barcode produksi dan juga sekaligus untuk melakukan generate production order pallet. Tcode yang di gunakan adalah ZFP10

Reservasi
Fungsi dari Material Reservasi adalah meminta raw material ataupun barang semi finished goods ke gudang produksi untuk kegiatan produksi yang ada. Tcode yang dipakai adalah MB21dan Movement type yang dipakai untuk barang reservasi adalah 311 (transfer posting storage location). Sebelum melakukan material reservasi terlebih dahulu harus sudah dilakukan print kertas kerja untuk memudahkan penarikan atau pengambilan jumlah raw material ataupun semi finished goods dari gudang-gudang nya secara masal.

Konfirmasi
Konfirmasi dapat dilakukan dengan menggunakan tcode CO11N. Konfirmasi ini berfungsi untuk melakukan perhitungan pemakaian bahan baku atas produksi yang telah dihasilkan.

Transfer Stock
Transfer Stock adalah proses transfer barang/material dari gudang produksi ke gudang barang jadi (finished goods)

Goods Receipt
Proses akhir yang dilakukan setelah konfirmasi adalah Goods receipt. Penerimaan barang dapat dilakukan dengan tcode MB31 dan tcode MB1B. tcode MB31 digunakan untuk transfer barang / produk jadi dari produksi ke gudang produksi sedangkan MB1B digunakan untuk transfer barang dari gudang produksi ke gudang warehouse.


Terima kasih buat yang sudah berkunjung kesini, Semoga bermanfaat... :D

Saiks~ChunHope
 
FasaPay Online Payment System

Text